Perempuan, Emosi, dan Uang

Money, Memoar - Wanita, Emosi dan Uang

Judul buku: Money, a Memoir: Perempuan, Emosi, dan Uang

Penulis: Liz Perle

Penerbit: Ufuk 

(Dokumentasi Tulisan Lama)

TIDAK banyak orang yang benar-benar memikirkan kaitan antara perempuan, emosi, dan uang. Lewat buku ini, tiba-tiba kita ditelanjangi. Tidak hanya perempuan, tetapi juga para laki-laki.

Dengan cara penulisan yang ringan dan mengalir, Liz Perle menyodorkan fakta tentang keterkaitan itu. Buku ini ditulis berdasarkan pengalaman, ditunjang riset, hasil survei, dan penggabungan berbagai teori maupun diskusi dengan para psikiater sampai pakar finansial.

Perle juga menggali jauh penyebabnya. Mulai dari pengaruh budaya patriarki hingga ke partikel kecil yang menentukan, yaitu pendidikan dalam keluarga. Semuanya mengalir alami sampai akhirnya akan membuat Anda berpikir, “Oh itulah saya,” atau “oh, sekarang aku tahu mengapa temanku atau saudaraku si A, B, C, dan seterusnya berbuat seperti itu.”

Inilah salah satu buku yang sebaiknya dibaca kaum perempuan dan laki-laki. Bagi laki-laki, buku ini bisa membantu memahami latar belakang perasaan perempuan akan kebutuhan kenyamanan dan keterjaminan hidup yang sering kali dikaitkan dengan uang.

Bagi perempuan, buku ini bisa menjadi titik balik pencerminan diri. Melihat laku sendiri kemudian melakukan tindakan yang tepat untuk memperbaiki. Juga membantu memahami, mengapa sebagian besar perempuan suka membelanjakan uang mereka untuk hal-hal yang terkadang dianggap tidak berguna? Atau justru menabung dengan sangat di luar batas untuk mengurangi kekhawatiran pada ketidakpastian masa depan?

Pada akhirnya, pemahaman itu akan membawa perubahan. Tentu harapannya, para laki-laki dan perempuan bisa mencapai titik pemahaman, saling mengingatkan, dan membangun sebuah kehidupan yang lebih berkualitas.

Seperti kalimat favorit Perle, dikutip dari Mark Twain, ‘Kebahagiaan adalah menginginkan apa yang kau miliki dan bukan memiliki apa yang kau inginkan. Harapan idealnya, manusia bisa menyeimbangkan antara tindakan mengejar dan menghargai’.

Leave a comment

Filed under Psikologi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s