Out (Bebas)

out

Judul Out :(Bebas)

Penulis : Natsuo Kirino

Penerjemah : Lulu Wijaya

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

(Dokumentasi tulisan lama)

TEKANAN hidup bisa menjadi salah satu pemicu sisi gelap seseorang.Out menggambarkan itu. Dalam beragam persoalan, empat ibu rumah tangga berbeda karakter dan penderitaan terlibat dalam tindak kriminal. Mereka melakukan kejahatan dengan alasan berbeda.

Persamaannya hanya keinginan untuk bebas dari sesuatu, dan tempat kerja yang sama, yaitu sif malam di pabrik makanan kotak.

Yaoi, perempuan paling cantik, lembut, dan santun, tiba-tiba bisa melakukan pembunuhan. Suaminya yang gemar memukul, berjudi, dan belakangan menghabiskan seluruh uang tabungan dihabisi di ruang tamu rumah kontrakan mereka yang kecil.

Kuniko, gemuk, dan digambarkan berwatak paling lemah. Tujuan hidupnya hanya menikmati kemewahan meski itu berarti setiap bulan harus menghadapi penagih kredit. Yoshie yang mendapat julukan kapten punya penderitaan sendiri. Suaminya sudah tiada, dan dia harus merawat mertua yang tak lagi bisa beraktivitas, dan dua anak yang selalu menuntut uang.

Masako–tokoh utama–digambarkan berwatak paling kuat. Berteman sunyi dan perasaan tak dibutuhkan. Suami dan anaknya menutup diri. Dengan motif berbeda, Masako, Yoshie, dan Kuniko menunjukkan sisi gelap dengan memutilasi, mayat Kenji, suami Yaoi.

Tindakan itu memicu serentetan kejahatan lain yang tak bisa lagi mereka hindari. Memunculkan pula bisnis baru dan kejaran Satake, tokoh lelaki yang tak lagi mampu menahan sisi gelap yang selama ini dia hindari.

Psikologis masing-masing tokoh dijabarkan apik oleh Natsuo Kirino. Kita tidak diajak berteka-teki. Dari awal sudah begitu benderang. Tak ada pertanyaan tentang siapa pembunuh, siapa yang dikejar, atau siapa yang mengejar. Meski demikian, novel ini tidak kehilangan arah.

Natsuo Kirino lahir 1951 dan tinggal di Jepang. Namanya kini diperhitungkan dalam dunia sastra Jepang. Out (1997) adalah novel pertama Kirino yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris (2003) dan masuk nominasi Edgar Award. Di negeri asalnya, Out telah diangkat ke layar lebar dan filmnya meraih beberapa penghargaan dari lembaga perfilman Jepang. (Lin/O-1) Kisah di Balik Kata Judul : The Professor and The Madman Sebuah dongeng tentang pembunuhan, kegilaan, dan pembuatan Oxford English Dictionary Penulis : Simon Winchester Penerjemah : Bern Hidayat Penerbit : PT Serambi Ilmu Semesta Cetakan : I 2007 DARI sebuah kamus fenomenal, lahirlah dongeng ini. Memberi gambaran tentang betapa sulitnya membuat Oxford English Dictionary (OED).

Kamus Inggris paling fenomenal yang menjadi acuan para cendekiawan, pembuat undang-undang, dan para penulis dunia.

Inilah petualangan tentang kelahiran kata dan bahasa. Lewat novel ini, Anda diajak lebih memahami dan menghargai kebesaran sebuah bahasa, kata, serta kamus. Juga membuka hati tentang peranan setiap orang yang hadir di dunia dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Simon Winchester menceritakan peranan begitu banyak orang dalam penyusunan OED. Di antaranya yang kemudian menjadi inti cerita ini, ialah jenius gila William Minor. Warga negara Amerika yang rajin memberi masukan, mengirim kutipan, melakukan koreksi, saat dia sudah menghuni Rumah Sakit Jiwa Broadmoor Criminal Lunatic Asylum di Inggris.

James Murray, ketua tim pelaksana pembuatan Oxford English Dictionary tak menyadari kenyataan itu, sampai OED selesai dibuat.

Selama 20 tahun, persahabatan mereka terjalin lewat korespondensi.

Ketika semua sudah selesai, Murray memutuskan mengunjungi sahabatnya.

Di situlah dia baru sadar bahwa sahabat sekaligus penyumbang aktif penyusunan OED ternyata seorang jenius dan kriminal gila.

Kehidupan dan persahabatan dua orang cemerlang dengan latar belakang berbeda inilah yang digali Winchester. Dirunut runtut, menjadi benang merah halus kelahiran OED plus penjabaran betapa sulitnya merumuskan arti satu kata yang melibatkan berpuluh-puluh kutipan.

Kepiawaian Winchester pun bermain, memadukan keahliannya sebagai jurnalis sekaligus pengolah dongeng kehidupan. Winchester lahir di Skotlandia, menyelesaikan studi di jurusan geologi Universitas Oxford.

Pernah bekerja di pertambangan Uganda, sebelum akhirnya menjadi wartawan di The Guardian. Tulisan petualangannya dia kirim ke berbagai media, termasuk National Geographic. Karyanya yang menjadi

best seller international antara lain Krakatau. Di Indonesia telah diterbitkan Serambi pada 2006. Kini Winchester tinggal di Massachusetts, Amerika Serikat.

Leave a comment

Filed under Novel

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s