Yin Galema

Yin Galema
Penulis: Ian Sancin
Penerbit: Hikmah 2009

SUDAH hampir tiga tahun lalu saya membaca buku ini. Awalnya dengan enggan, tapi kemudian tidak mau berhenti. Hampir sangat jarang saya dilenakan lagi dengan novel berlatar sejarah kerajaan di Indonesia. Namun, Yin Galema mampu membuat saya bertahan membaca sampai selesai, dan kemudian menggugah rasa ingin tahu saya, siapa sebenarnya Ian Sancin?

Yin Galema adalah salah satu putri selir Kaisar Ching. Dia melarikan diri, ikut bersama ayah kandungnya dalam pelayaran mencari kayu gaharu. Pencarian itu membawa armada China mendarat di Pulau Belitong/Belitung pada 1630.

Yin Galema terpesona dengan Belitong. Dia terpesona dengan sistem pemerintahan dan cara hidup masyarakat Belitong. Saat itu, usia Yin Galema baru 9 tahun, namun dia memutuskan tidak akan kembali lagi ke China. Kehadirannya disambut baik Raja Balok Cakraningrat I.

Di tanah air barunya, Yin Galema berguru pada Ki Ronggo Udo, salah satu orang kepercayaan Raja Balok yang kesaktiannya dikenal banyak orang. Yin Galema tumbuh menjadi perempuan melayu cantik, namun berwatak keras kepala.

Suatu hari, dia jatuh cinta pada seorang pemuda asuhan gurunya bernama Kanda Badau. Hubungan cinta mereka terlarang dan rahasia karena Kanda Badau adalah putera kedua dari selir Raja Balok yang disembunyikan keberadaannya. Lebih dari itu, Kanda Badau adalah buah cinta antara raja dan selir dari Suku Bunian yang terkait dengan dunia mahluk halus, hingga tidak semua orang bisa menerima dan melihat. Yin Galema bisa melihat Kanda Badau karena campur tangan Ki Ronggo.

Cinta Berlatar Sejarah
Cinta Yin Galema dan Kanda Badau adalah kisah  romantis sekaligus menangkup kepedihan dan pencarian. Hadir pula orang ketiga, putra mahkota penguasa Belitong yang berarti kakak dari pemuda yang dicintai Yin Galema. Kisah cinta mereka diiriingi dengan latar sejarah yang diselipkan dengan apik oleh penulisnya. Lewat kisah hidup Yin Galema, dituliskan sejarah hubungan Belitong dengan Kerajaan Majapahit dan bagaimana proses masuk dan perlawanan yang dilakukan Belitong pada VOC.

Selain itu, Ian Sancin memadukan sejarah dengan legenda tentang dunia gaib Suku Bunian. Bahasanya cukup mengalir, dengan alur pembuka yang mengisahkan tentang pencarian Yin Galema pada Kanda Badau. Tentang kutukan yang dia terima karena kesalahan yang sudah dilakukan, dan bagaimana kerinduan dia yang sulit terhapuskan. Baru di akhir novel, pencarian dan kesalahan Yin Galema yang diceritakan di awal kisah terjawab. Saya rasa Ian Sancin berhasil mengaduk dan menggantung emosi lewat alur pembuka dan penutup yang digunakani.

Siapakah Ian Sancin? Di bagian belakang novel disebutkan, Ian Sancin lahir di Tanjung Pandan, Bangka Belitung. Awalnya dia menulis cerpen dan puisi. Yin Galema adalah novel pertamanya.

Leave a comment

Filed under Novel, Novel Sejarah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s