Pangeran Kecil

Judul: Pangeran Kecil (The Little Prince)

Penulis: Antoine de Saint-Exupery

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

 

‘’Kau harus siap menerima risiko, merasakan kesedihan yang sangat ketika kau sudah memutuskan dirimu untuk dijinakkan orang lain…’

Kata-kata itu diucapkan rubah pada pangeran kecil dari planet lain dalam buku berjudul Pangeran Kecil karya Antoine de Saint-Exupery. Rangkaian kalimat yang sebenarnya sangat sederhana tapi sarat makna. Sebagai manusia, kita sering mengalami perasaan seperti itu dalam kehidupan sehari-hari.

Makna jinak-menjinakkan dalam cerita Pangeran Kecil bermakna dalam. Tidak cuma tentang asmara, tapi juga menyangkut persaudaraan, persahabatan, orang tua ke anak, anak ke orang tua, dan masih banyak lagi.

Masalahnya, terkadang kita tidak mau dijinakkan tapi tahu-tahu tanpa sadar sudah dijinakkan.
Terkadang kita ingin dijinakkan tapi orang atau apa pun apa pun yang kita maksud tidak mau menjinakkan.
Nah, kalau sudah begitu repot. Belum lagi kalau ada proses jinak-menjinak yang tidak pada tempatnya. Yaaah, akhirnya, perkataan rubah itu kian masuk akal.

‘’Kau harus siap menerima risiko, merasakan kesedihan yang sangat ketika kau sudah memutuskan dirimu untuk dijinakkan orang lain…’’

Dalam cerita ini, rubah memohon agar Pangeran Kecil mau menjinakkan dia. Permintaan itu akhirnya dikabulkan. Tapi saat Pangeran Kecil akan pergi, dia menangis tersedu-sedu.
‘’oh!’’ isak si rubah. ‘’Aku akan menangis.’’
‘’Ini salahmu sendiri,’’ kata Pangeran Kecil. ‘’Aku tidak pernah bermaksud menyakitimu. Tapi kau sendiri yang memintaku untuk menjinakkanmu.’’
‘’Aku tahu,’’ jawab si rubah.
‘’Dan kau tetap akan menangis!’’ kata Pangeran Kecil.
‘’Aku tahu,’’ jawab si rubah lagi.
‘’Dan kau tidak memperoleh apa-apa dari semua yang terjadi ini!’’
‘’Tidak, aku sudah memperoleh sesuatu darinya,’’ bantah si rubah, ‘’yaitu kenangan atas warna ladang jagung (yang mirip warna rambutmu).’’

Kemudian rubah menyuruh Pangeran Kecil melakukan sesuatu, sebelum mengungkapkan sebuah rahasia lagi:
’Kau dapat melihat segala sesuatu dengan begitu jelas hanya melalui hatimu. Karena memang hal-hal inti tidak terlihat di depan mata. Kau tidak boleh lupa bahwa kau harus selalu bertanggungjawab atas apa yang kau taklukkan.’

Cerita dalam bukudisajikan sederhana dalam kiasan yang berkesan kanak-kanak. Namun, makna yang terangkum di dalamnya sangatlah dalam. Tentu tergantung dari penangkapan masing-masing individu. Bercerita tentang persahabatan, cinta, persaudaraan, dan yang terpenting tanggung jawab.

Leave a comment

Filed under Buku Klasik, Favorit, Novel, Sastra

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s