To Kill a Mockingbird

Keabadian dalam Satu Karya

Judul :To Kill a Mockingbird
Penulis : Harper Lee
Penerbit: Qanita

“Keberanian adalah saat kau tahu akan kalah sebelum memulai, tetapi kau tetap memulai dan merampungkannya, apa pun yang terjadi.”
(Harper Lee – to Kill a Mocking Bird)

NELLE Harper Lee jelas pemuja kesetaraan. Lewat novel perdana dan satu-satunya, sikap itu tercermin jelas. To Kill a mockingbird bercerita tentang perjuangan seorang pengacara kulit putih bernama Atticus di Maycomb County, Alabama, pada tahun 1930-an. Dia berjuang membela Tom Robinson, lelaki kulit hitam yang dituduh memperkosa wanita kulit putih.
Novel ini dinarasikan dari pandangan Scout, putri Atticus, anak berusia delapan tahun. Kutipan kata-kata di atas merupakan salah satu nasihat yang diingat Scout ketika keluarganya mendapat tekanan dan teror karena dianggap pecinta ‘niger’.

Ditulis selama 2,5 tahun dan diluncurkan 1961. Langsung mengundang reaksi masyarakat. Maklum pada tahun itu, kekerasan rasial yang dilakukan Ku Klux Klan mencapai masa puncak. Keberanian Lee mengungkap dan menyatakan sikap menciptakan banyak tekanan bagi dirinya.

Terlepas dari itu, begitu terbit To Kill a mockingbird langsung menjadi best seller. Terjual 2,5 juta kopi dan 14 kali cetak ulang di tahun pertama.
Menjadi buku pilihan tiga klub buku Amerika, yaitu Reader’s Digest Condensed Books, the Literary Guild, dan Book-of-the-Month Club. Juga jadi pilihan British Book Society. Tak terbendung, terjemahannya meluncur hampir keseluruh dunia.

To Kill a Mockingbird mendapat ganjaran Pulitzer Prize pada tahun itu juga. Tercatat pada 1999, lembaga Library Journal di Amerika memilih sebagai Novel terbaik Abad ini.

Pada 1988, statistik dari National Council of Teachers of English menyebut Mockingbird dibaca hampir 74 persen pelajar di Amerika Serikat. Sampai sekarang, novel ini masih dibaca masyarakat seluruh dunia, pun pelajar dan mahasiswa yang mempelajari kondisi Amerika saat itu.
To Kill a Mockingbird difilmkan pada 1962 dengan pemain utama Gregory Peck. Film ini memenangi lima Piala Oscar, antara lain untuk kategori pemeran utama terbaik, pemeran pembantu terbaik dan penulis naskah terbaik.

Lee dan Capote
Berkali-kali dalam wawancara, Lee mengatakan To Kill a Mockingbird bukanlah otobiografi. Tapi dia mengakui, kisahnya terinspirasi dari kehidupan nyata.

Antara lain tetangganya sendiri yang terekam dalam sebuah kenangan, saat dia berusia 10 tahun. Ini berkaitan dengan hukuman yang diberikan pada pekerja kulit hitam berdasarkan laporan tetangga perempuannya itu.

Bila diamati, karakter Atticus pun mirip sosok sang ayah, Amasa Coleman Lee yang juga seorang pengacara, editor, dan politikus. Seperti Atticus, Coleman Lee pernah membela dua pria kulit hitam yang akan menjalani hukuman mati.
Agaknya, dari sang ayah-lah Lee mendapatkan akar karakter pemuja kesetaraan. Itu pula yang membuat dia tak gentar, terus bersahabat dengan Truman Capote yang terang-terangan memproklamirkan diri sebagai homoseksual. Sebuah sikap yang jelas mendapat banyak cercaan dan tentangan dari masyarakat Amerika masa itu.

Karakter Dill, salah satu anak yang menjadi sahabat Scout dan kakaknya Jem — tokoh dalam novel — digambarkan mirip Truman Capote, sahabat dekat Lee sejak masa kanak-kanak.

Capote juga penulis dan kemudian dikenal sebagai salah satu peletak genre baru penulisan novel non fiksi In Cold Blood. Novel yang terbit pada 1960-an ini kemudian memunculkan aliran baru yang di Indonesia dikenal dengan sebutan jurnalisme sastrawi.

Dalam In Cold Blood, Lee terlibat aktif dalam riset yang menghabiskan waktu selama enam tahun. Lepas dari itu, dia tak pernah lagi memunculkan novel, kecuali esai-esai kecil.
Keluarga terdekatnya mengatakan, dia kapok setelah draft buku keduanya yang belum selesai hilang dicuri orang. Namun, Lee tak pernah mengatakan apa pun kecuali, “Jika Anda merasa di puncak, itulah saat yang tepat untuk mundur.”

Biografi
Nama : Nelle Harper Lee
Tempat/tgl lahir: Monroeville, Alabama, 28 April 1926
Orang tua : Amasa Coleman Lee dan Frances Cunningham Finch Lee
Penghargaan :
– Presidential Medal of Freedom, 5 November 2007, diberikan Presiden George W Bush di gedung putih.
– Honorary doctorate dari Universitas Notre Dame, 2006.
– Pada 2004 dipilih oleh 25 komunitas berbeda sebagai buku yang wajib dibaca.
– Penghargaan National Conference of Christians and Jews, 1960
– Pulitzer Prize, 1960

Leave a comment

Filed under Buku Klasik, Favorit, Novel, Sastra

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s